Recent Blog post

Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan



Fulanah terlihat kalut ketika melangkah pulang.Dengan langkah gontai disusurinya kelas-kelas yang sudah mulai sepi, beberapa temannya nampak masih asyik berbincang-bincang. Biasanya ia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Mereka adalah teman karib Fulanah akan tetapi kali ini ia lebih memilih pulang daripada 'nimbrung' dengan mereka. Beberapa buku islam memenuhi tasnya, ia pinjam dari teman sekelasnya yang berjilbab.


Hatinya merasa sejuk bila bersama teman barunya itu, yang menurut Fulanah ''baru'' karena walaupun sudah setahun sekelas ia tidak pernah dekat seperti waktu ini. Cukup lama ia berdiskusi seputar masalah agama dengannya. Ia sadar ia harus berubah, tapi ia bimbang. Bila ia dekat dengan ''ganknya'' maka keinginan untuk berjilbab hilang lagi. Namun bila ia dekat dengan teman barunya itu hatinya kembali menggebu untuk segera merubah penampilannya. Ia ingin meraih hidayah itu,... Sungguh ia ingin berubah tapi ia juga tidak ingin kehilangan kawan karibnya (ganknya) karena ia tahu bila ia berjilbab mereka akan menjauhinya.

Kasus Fulanah diatas sering terjadi dikalangan muslimah baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Berat meninggalkan kawan karib dan merasa takut kehilangan mereka bila terjadi perubahan total yang terjadi pada setiap muslimah yang ingin taat pada-Nya, Ingin menggapai hidayah-Nya. Di satu sisi setiap muslimah yang mempunyai kawan karib jauh dari bimbingan agama akan menerima konsekuensi dikucilkan atau dijauhkan, di sisi lain ia akan mendapatkan kawan-kawan baru dalam majelis ilmu atau akhwat berjilbab yang sudah senior yang masih asing baginya. Sehingga posisinya benar-benar sulit dan dalam keadaan yang kritis. Apabila hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh muslimah yang telah lama istiqamah menuntut ilmu syar'i maka kemungkinan besar kasus Fulanah kembali kepada ganknya akan terjadi. Dan, itu tidak hanya satu dua akan tetapi cukup banyak terjadi dan sangat memprihatinkan.Pendekatan yang hikmah dan arif perlu dilakukan agar para muslimah yang ''baru belajar'' tetap istiqamah mempertahankan hidayah yang telah diraihnya.

Sebagai renungan,... hidayah sangat sulit dipertahankan apabila kita bergaul dengan kawan yang buruk, hati dan jiwa ini sangat lemah dan cenderung untuk menuruti hawa nafsu. Karena itu untuk mempertahankannya haruslah ada usaha dari setiap insan untuk melazimi majelis ilmu syar'i dan hanya bergaul dengan kawan-kawan yang shaleh dan baik akhlaknya.Berapa banyak nanti manusia akan menyesal di hari akhir akibat memiliki teman akrab yang menjauhkan mereka dari agama ini sebagaimana firman-Nya:

''Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa'' (Az-Zukhruf:67). Wallahu'alam bish-shawwab.

Aku Ingin Hidayah Itu,...

By : FOSKI
Minggu, 29 Januari 2017
0


Dari Nabi SAW., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah SWT telah memberikan lima wasiat, antaranya :

~ Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.

~ Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.

~ Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.

~ Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.

~ Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta Qiamullail.

5 Wasiat Dari Allah SWT Kepada Rasulullah SAW

By : FOSKI 0

                     Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau.
Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.
                      Di siang yang panas iitu si kerbau sedang berendam di sungai.
Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau?".
Si kerbau menjawab, "Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri".
Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.

Malaikat Jibril AS mendatangi seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah gua.
Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar?".
"Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing.
Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar.
Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing".
Si cacing menjawab, "Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikan-Nya aku sebagai seorang manusia.
Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".

Jibril AS, Kerbau, Kelelawar, Dan Cacing

By : FOSKI 0


Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat eonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk.
Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenani batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terelihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.


Dibawanya batu itu ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga perciakn api hasil gesekan batu itu sesekali terlihat.
Dihaluskannya permukaannya yang kasar dari batu tersebut dan dipoles.

Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin.
Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.

Renungan :
Sebenarnya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita.
Kita adalah sebongah batu, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan.
Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempa kita.

Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datang dari Sang Maha Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar.

Sekarang mari kita pikirkan, dimanakah posisi kita?
Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga?
Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai mahal?

Kisah Sebuah Batu Kusam

By : FOSKI 1


Menegakkan Sunnah Rasulullah SAW sangatlah Penting, karena ada Hadist - Hadist yang telah Menerangkannya, seperti:
  1. Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah berkata kepadaku:"Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan dendam kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu." Kemudian beliau menyambung pula:"Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam Surga." (Riwayat Tarmidzi)
  2. Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW yang berkata: "Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid" (Riwayat Baihaqi). Dalam riwayat Thabarani dari Abu Hurairah ra. ada sedikit perbedaan, yaitu katanya:"Baginya pahala orang yang mati syahid." (At-Targhib Wat-Tarhib 1: 44)
  3. Thabarani dan Abu Nu'aim telah mengeluarkan sebuah Hadis marfuk yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW telah bersabda:"Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku akan mendapat pahala orang yang mati syahid." Hakim pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. juga bahwa Nabi SAW telah berkata:"Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam masa perselisihan diantara ummatku adalah seperti orang yang menggenggam bara api." (Kanzul Ummal 1: 47)
  4. Dan Muslim pula meriwayatkan dari Anas ra. dari Rasulullah SAW katanya:"Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku." Demikian pula yang dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar ra. cuma ada tambahan di permulaannya berbunyi:"Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku, maka dia dari golonganku."
  5. Kemudian Daraquthni pula mengeluarkan sebuah Hadis dari Siti Aisyah r.a. dari Nabi SAW katanya:"Sesiapa yang berpegang kepada sunnahku akan memasuki Surga."
  6. Dan dikeluarkan oleh As-Sajzi dari Anas ra. dari Nabi SAW katanya:"Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia telah mengasihiku, dan siapa yang mengasihiku dia akan memasuki Surga bersama-sama aku."

Di balik Pentingnya menegakkan Sunnah Rasulullah SAW

By : FOSKI 0

- Copyright © Foski 2017 - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -